Pasar Saham Asia Naik di Hari Buruh, Wall Street Pecahkan Rekor
Saham Asia Bergerak Positif
Pada Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2026, bursa saham di Australia dan Jepang mengalami kenaikan. Wall Street yang merupakan tolok ukur utama di pasar saham Amerika Serikat (AS) mencatat rekor tertinggi, mendorong optimisme di pasar Asia. CNBC melaporkan bahwa sebagian besar pasar utama di Asia tutup untuk merayakan Hari Buruh, namun bursa saham di Australia dan Jepang tetap bergerak.
Kinerja Saham di Australia dan Jepang
Di Australia, indeks saham S&P/ASX 200 menguat 0,98%, mengakhiri penurunan selama delapan hari berturut-turut. Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 mengalami kenaikan sedikit, sementara indeks saham Topix turun 0,62%. Meskipun demikian, sentimen positif dari Wall Street terus memberikan dorongan bagi pasar saham di Asia.
Di sisi lain, di AS, indeks S&P 500 mencatat rekor tertinggi baru, menembus level 7.200 untuk pertama kalinya. Nasdaq Composite juga tidak kalah, mencapai rekor intraday dan penutupan baru setelah melonjak 0,89%. Investor tampaknya bersikap optimis setelah menerima laporan pendapatan yang positif dari perusahaan-perusahaan besar seperti Apple dan Caterpillar.
Harga Minyak Mentah Naik
Selain itu, harga minyak mentah Brent juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai lebih dari USD 126 per barel. Melansir dari Axios, laporan mengenai potensi eskalasi di Iran oleh militer AS memberikan dampak positif terhadap harga minyak. Investor juga sedang memperhatikan perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi pasar global.


