Sunday, May 10, 2026
HomeSahamPenjualan Kalbe Farma Mencapai Rekor Rp 9,67 Triliun hingga Maret 2026

Penjualan Kalbe Farma Mencapai Rekor Rp 9,67 Triliun hingga Maret 2026

PT Kalbe Farma Tbk Catat Kinerja Keuangan Bervariasi di Kuartal I 2026

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat kinerja keuangan bervariasi pada kuartal I 2026. Meskipun perseroan berhasil meraih pertumbuhan penjualan, namun laba menurun hingga Maret 2026.

Penjualan Meningkat, Laba Turun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil meraih penjualan sebesar Rp 9,67 triliun hingga kuartal pertama 2026. Angka ini mencatat kenaikan sebesar 10,12% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp 8,78 triliun.

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 15,52%, mencapai Rp 5,97 triliun hingga Maret 2026 dari Rp 5,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, laba bruto perseroan masih mencatat kenaikan sebesar 2,4% menjadi Rp 3,70 triliun hingga kuartal I 2026, dibandingkan dengan Rp 3,61 triliun pada periode tahun sebelumnya.

Beban penjualan meningkat menjadi Rp 1,89 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari Rp 1,75 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 385,59 miliar dari Rp 373,23 miliar serta beban penelitian dan pengembangan naik menjadi Rp 113,14 miliar dari Rp 106,83 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba Periode Berjalan Menurun

Meskipun pendapatan operasi lainnya naik menjadi Rp 24,06 miliar hingga Maret 2026 dari Rp 9,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, namun beban operasi lainnya juga turut bertambah menjadi Rp 29,18 miliar dari Rp 14,5 miliar.

Laba periode berjalan turun sebesar 5,2% dari Rp 1,11 triliun hingga Maret 2025 menjadi Rp 1,05 triliun hingga Maret 2026. Begitu pula dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang mengalami penurunan sebesar 4,4% menjadi Rp 1,02 triliun hingga kuartal I 2026 dari Rp 1,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun menjadi Rp 22,74 hingga Maret 2026 dari Rp 23,57 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekuitas, Liabilitas, dan Aset Perseroan

Ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp 25,73 triliun hingga kuartal I 2026 dari Rp 24,72 triliun pada Desember 2025. Sementara itu, liabilitas perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 6,25 triliun hingga Maret 2026 dari Rp 5,97 triliun pada Desember 2025. Aset perseroan pun mengalami kenaikan menjadi Rp 31,98 triliun hingga kuartal I 2026 dari Rp 30,69 triliun pada Desember 2026.

Perseroan berhasil mengantongi kas dan setara kas sebesar Rp 4,39 triliun hingga 31 Maret 2026.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler