Wednesday, June 10, 2026
HomeSahamTINS Raih Laba Rp 1,5 Triliun di Awal 2026: Melonjak Tajam!

TINS Raih Laba Rp 1,5 Triliun di Awal 2026: Melonjak Tajam!

PT Timah Tbk (TINS) Meraih Laba Rp1,5 Triliun di Kuartal I 2026

Kinerja Keuangan Meningkat Tajam

PT Timah Tbk (TINS) telah mencatat lonjakan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp1,5 triliun, melampaui target sebesar Rp252 miliar atau sekitar 595%. Kinerja laba yang mengesankan ini didorong oleh kenaikan harga timah global bersamaan dengan peningkatan volume produksi dan penjualan. Selama Januari–Maret 2026, TINS berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp5,47 triliun, meningkat 160,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp2,10 triliun.

Laba usaha juga meningkat tajam menjadi Rp1,88 triliun dari Rp0,15 triliun, sementara EBITDA tercatat sebesar Rp2,1 triliun, naik lebih dari 450% secara tahunan.

Strategi Efisiensi dan Optimasi Bisnis Membuahkan Hasil

Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, menyatakan bahwa capaian gemilang ini mencerminkan kesuksesan strategi efisiensi dan optimalisasi bisnis perusahaan. “Pada kuartal I 2026, Perseroan mencatat kinerja keuangan yang solid dan berhasil melampaui target laba yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, tren kenaikan harga timah global juga turut mendukung kinerja positif TINS. Harga timah rata-rata di London Metal Exchange (LME) mencapai USD48.679 per metrik ton, naik 34,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan timah juga menunjukkan peningkatan, terutama dari sektor solder yang menyumbang sekitar 50% dari konsumsi global. Industri semikonduktor dan elektronik yang terus berkembang turut menjadi pendorong permintaan timah.

Faktor Pendukung Kinerja TINS

Tren jangka panjang seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI), ekspansi pusat data, dan investasi infrastruktur listrik turut menjadi faktor pendukung bagi permintaan timah. Meskipun demikian, pasar masih diwarnai volatilitas akibat peningkatan stok global dan ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi rantai pasok dan biaya produksi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler