Bitcoin (BTC) berpotensi mengalami lonjakan signifikan berkat permintaan tinggi dari institusi yang melebihi pasokan harian. Pendiri Capriole Investments, Charles Edwards, mengungkapkan bahwa institusi saat ini sedang membeli Bitcoin lebih dari lima kali lipat dari jumlah yang diproduksi oleh penambang setiap hari.
Institusi Kuat Beli Bitcoin
Dalam unggahan pada 4 Mei, Edwards menjelaskan bahwa kondisi ini sering terjadi sebelum terjadinya lonjakan harga besar. “Setiap kali angka pembelian mencapai level seperti ini sebelumnya, harga biasanya mengalami lonjakan dalam satu minggu berikutnya,” ujar Edwards seperti dilansir dari Crypto Potato, Selasa (5/5/2026).
Menurut prediksi Edwards, kenaikan harga rata-rata bisa mencapai +24% dalam satu bulan, yang berarti harga Bitcoin berpotensi mencapai sekitar USD 96.000 dalam waktu dekat.
Bitcoin Tembus USD 80.000
Pada saat ini, Bitcoin berhasil menembus level USD 80.000 untuk pertama kalinya sejak Januari. Dalam 24 jam terakhir, BTC diperdagangkan antara USD 78.000 hingga USD 80.500 dengan kenaikan sekitar 20% dalam 30 hari terakhir. Lonjakan harga ini juga berdampak pada likuidasi besar-besaran, di mana lebih dari USD 162 juta posisi short terlikuidasi dalam 24 jam.
Berdasarkan data CoinGlass, volume perdagangan Bitcoin juga meningkat hingga 95% menjadi sekitar USD 34 miliar dalam periode tersebut.
Peringatan dan Tips Investasi
Sebagai penutup, perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi kripto ada di tangan pembaca. Sebaiknya pelajari dan analisis dengan seksama sebelum membeli dan menjual aset kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang dibuat.


