Thursday, May 21, 2026
HomeBeritaPenanganan Stunting dan Kemiskinan di Banjarbaru: Kiat Sukses Wali Kota Lisa

Penanganan Stunting dan Kemiskinan di Banjarbaru: Kiat Sukses Wali Kota Lisa

Wali Kota Banjarbaru Raih Penghargaan Terbaik I dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

Performa Luar Biasa Banjarbaru dalam Mengatasi Kemiskinan dan Stunting

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menerima penghargaan Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kelompok Kota Regional Kalimantan. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan di Platinum Hotel & Convention Hall pada Selasa (5/5/2026) siang.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Utama Tempo sebagai pengakuan atas performa Pemerintah Kota Banjarbaru yang dinilai paling unggul dalam mengintegrasikan program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Kalimantan.

Pentingnya Kompetisi Sehat Antar Daerah

Mendagri Tito menekankan pentingnya adanya kompetisi sehat antar daerah. Menurutnya, sebagai kepala daerah yang dipilih oleh rakyat, menciptakan iklim kompetitif dapat menghasilkan kinerja dan inovasi terbaik. Sebanyak 24 pemerintah daerah menerima penghargaan dalam forum tersebut, yang juga diiringi dengan insentif fiskal dari pemerintah pusat.

Untuk kategori yang diraih oleh Kota Banjarbaru, pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar sebagai stimulus agar capaian tersebut terus ditingkatkan melalui program-program yang semakin bermanfaat.

Langkah Sistematis dan Kolaboratif dalam Mengatasi Stunting dan Kemiskinan

Keberhasilan Banjarbaru bukanlah hasil instan tetapi merupakan hasil dari kerja keras yang sistematis dan kolaboratif. Penanganan stunting, contohnya, diperkuat melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 yang melibatkan 86 pemangku kepentingan lintas sektor.

Salah satu inovasi kunci yang diterapkan adalah program GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) yang melibatkan pemangku kepentingan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko. Program ini memastikan intervensi gizi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Konsistensi dalam pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, serta keterbukaan data lapangan menjadi landasan utama dalam percepatan penurunan stunting di Banjarbaru. Pendekatan serupa juga diterapkan dalam penanggulangan kemiskinan, dengan memastikan program-program benar-benar mencapai kelompok paling rentan.

Wali Kota Lisa menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh masyarakat Banjarbaru. Mereka akan terus bekerja untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat dan setiap keluarga merasakan peningkatan kesejahteraan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler