Awas, Hantavirus Bisa Berujung Fatal
Publik dihebohkan dengan kasus hantavirus yang belakangan ini kembali mencuat akibat penyebarannya di berbagai negara. Tingkat fatalitas yang tinggi dan gejala yang dapat menjadi gangguan pernapasan serius membuat banyak orang khawatir akan penyakit ini.
Gejala Awal Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
Banyak yang bertanya-tanya apakah hantavirus bisa menular seperti flu atau COVID-19. Kekhawatiran ini tidaklah tidak beralasan, mengingat virus ini berasal dari hewan pengerat, terutama tikus liar. Penularannya pun bisa terjadi melalui udara yang terkontaminasi oleh urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Penyebaran Hantavirus di Berbagai Negara
Kabar terbaru menyebutkan bahwa kasus hantavirus mulai muncul di kapal pesiar MV Hondius, di Swiss, dan Singapura. Meskipun mayoritas hantavirus tidak menular dari manusia ke manusia, namun ada jenis virus tertentu seperti Andes virus yang dapat menular melalui kontak erat antarmanusia.
Menyentuh benda terkontaminasi atau menghirup partikel virus dari debu yang terkontaminasi bisa menyebabkan penularan hantavirus. Oleh karena itu, situasi ini rentan terjadi di area dengan populasi tikus yang tinggi seperti gudang, peternakan, perkebunan, dan area hutan.
Peringatan dari WHO
World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa hantavirus tidak akan berkembang sebagai epidemi seperti COVID-19. Meskipun begitu, tetap waspada dan hindari kontak langsung dengan hewan pengerat serta jaga kebersihan diri dengan baik karena tikus tetap menjadi sumber utama penularan penyakit ini.


