The Bell: Panggilan untuk Mati, Film Horor dengan Cita Rasa Lokal
Jakarta, CNN Indonesia — The Bell: Panggilan untuk Mati menjadi salah satu film horor terbaru dari Indonesia yang mengangkat legenda lokal. Film tersebut menghadirkan suasana mencekam dengan mengangkat mitos Penebok Ati dari Belitung.
Legenda Penebok Ati dari Belitung
Penebok Ati sendiri merupakan sosok legenda mistis yang turun-temurun diceritakan dalam kehidupan masyarakat Belitung. Dalam cerita rakyat, Penebok digambarkan sebagai makhluk berkepala buntung yang suka mencabut kepala orang sebagai tumbal.
Urban legend tentang Penebok digunakan para orang tua untuk menakut-nakuti anak-anak agar tidak bermain jauh dari rumah. Namun, dalam film The Bell: Panggilan untuk Mati, teror Penebok berubah menjadi nyata setelah sekelompok anak muda nekat mencuri lonceng keramat di Belitung untuk kepentingan konten.
Sinopsis The Bell: Panggilan untuk Mati
Cerita dalam film ini berkisah tentang aksi nekat sekelompok anak muda yang merusak kesucian lonceng keramat di Belitung. Akibatnya, mereka tanpa sengaja membangunkan kembali Penebok, sosok hantu tanpa kepala yang telah terkurung selama berabad-abad.
Situasi mencekam pun terjadi ketika Penebok mulai mengincar warga kampung satu per satu dengan cara mengerikan, yaitu mencabut kepala mereka. Danto dan Airin kembali ke kampung halaman mereka, Belitung, untuk mengungkap misteri di balik kekuatan jahat Penebok dan mencari cara untuk menghentikannya.
Petualangan Danto dan Airin membawa mereka pada kepercayaan dan aturan adat lama yang menjadi kunci untuk melawan teror Penebok. Mereka menemukan bahwa Penebok adalah seorang noni Belanda yang tewas tragis dan kini menjadi hantu pemburu yang suka mencabut kepala orang.
The Bell: Panggilan untuk Mati tayang perdana pada 7 Mei 2026 di bioskop dan menjadi salah satu film horor Indonesia yang menghadirkan kengerian dengan sentuhan lokal yang khas. Film ini juga akan diputar di Cannes Film Market pada 12 hingga 20 Mei 2026 untuk menggaet penonton internasional.


