Pengalaman Penuh Perjuangan Menjadi Penghasil Kayu Manis di Meratus
Di suatu siang yang terik, Andol terlihat sibuk mengupas kulit kayu manis di teras rumahnya. Sebagai warga Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Andol merupakan salah satu dari banyak penduduk setempat yang menggeluti usaha pengolahan kayu manis. Menurutnya, profesi ini merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya, dan sebagai keturunan suku Dayak Meratus, Andol bertekad untuk meneruskan tradisi tersebut demi kelangsungan hidup keluarganya.
Proses Pengolahan Kayu Manis
Andol menjelaskan bahwa proses pengolahan kayu manis dimulai dari penanaman biji hingga proses panen. Setelah panen, kayu manis dijemur dan dikeringkan sebelum diikat dan dijual ke pasar. Dalam seminggu, usaha Andol mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp1 juta, tergantung pada banyaknya kayu manis yang berhasil dipanen.
Kulit kayu manis dijual dengan harga bervariasi, namun dalam 1 kilogramnya dihargai sekitar Rp53 ribu. Harga ini sangat dipengaruhi oleh kebutuhan pasar dan bisa naik turun sewaktu-waktu. Meskipun usahanya penuh dengan tantangan, Andol tetap gigih dalam upaya menafkahi keluarganya melalui profesi ini.
Pendakian Nan Melelahkan untuk Mengambil Kayu Manis
Meski telah berusia 62 tahun, Andol tidak gentar untuk melakukan perjalanan yang melelahkan demi mengambil kayu manis dari kebunnya di Pegunungan Meratus. Dari menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki melalui hutan, Andol menghadapi segala rintangan dengan penuh semangat demi memenuhi tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Menurut Wikipedia, kayu manis adalah rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat dalam pengobatan tradisional. Dari kisaran medis hingga kebutuhan dapur sehari-hari, kayu manis memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Keberhasilan tanaman kayu manis sangat dipengaruhi oleh iklim dan jenis tanah tempat tumbuhnya. Ketinggian tempat tumbuh serta curah hujan yang merata merupakan faktor penting untuk pertumbuhan tanaman kayu manis yang optimal.
Dengan kegigihan dan semangat juangnya, Andol membuktikan bahwa profesi sebagai penghasil kayu manis bukanlah hal yang mudah, namun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.


