Transformasi Layanan Keuangan Digital di Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 – 20:37 WIB
Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara mengakses layanan keuangan. Jika sebelumnya transaksi keuangan identik dengan uang tunai dan layanan perbankan konvensional, kini masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan berbasis digital yang dinilai lebih cepat, praktis, dan fleksibel.
Gandeng BAZNAS, Bank Aladin Sediakan Layanan Kurban Digital
Transformasi ini tercermin dari meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital hingga akses pendanaan online dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat kini dapat melakukan transaksi, membayar tagihan, dan memperoleh akses pembiayaan hanya melalui aplikasi di ponsel. Data Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS sepanjang 2025 telah mencapai lebih dari 15,51 miliar transaksi, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam industri fintech.
Perkembangan Layanan Keuangan Digital
Salah satu contoh perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia adalah ekosistem dompet digital dan layanan pendanaan online. Meski sama-sama bergerak di industri teknologi finansial, keduanya memiliki fokus layanan yang berbeda. Dompet digital seperti Ovo berfokus pada layanan pembayaran digital untuk transaksi sehari-hari, sementara layanan pendanaan digital seperti Ovo Finansial memberikan akses pembiayaan dengan ketentuan pengembalian tertentu.
Dompet digital Ovo memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran QRIS di merchant, transfer saldo, top up, pembayaran tagihan, pengelolaan saldo digital, hingga fitur tambahan seperti mengumpulkan poin reward dan layanan dengan akses limit saldo lebih besar. Di sisi lain, layanan pendanaan digital lebih berorientasi pada akses pembiayaan atau modal dengan ketentuan pengembalian tertentu.
Platform ini juga memberikan layanan pemodalan hingga paylater yang ditujukan untuk membantu pengguna dan mitra dalam ekosistem Grab mendapatkan akses pendanaan yang lebih fleksibel. Skema ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang lebih inovatif.


