Polemik Ratu Sofya: Konflik Antara Hak dan Keluarga
Jakarta, VIVA – Kontroversi yang melibatkan Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures semakin meruncing dan melibatkan keluarganya. Perselisihan mereka yang bermula dari kontrak film telah menimbulkan polemik yang semakin memanas.
Dugaan Penyebab Konflik
Ratu Sofya mendapat somasi dari pihak rumah produksi film Dosa Penebusan karena dianggap tidak memenuhi kewajiban promosi film sesuai kontrak kerja sama. Awalnya, produser mencuatkan alasan bahwa sang aktris enggan melakukan promosi karena keberatan dengan adegan seksual dalam film. Namun, pihak Ratu Sofya membantah tudingan tersebut.
Kuasa hukum Ratu Sofya menegaskan bahwa inti permasalahan bukanlah adegan dalam film tersebut, melainkan hak-hak klien mereka yang belum dipenuhi. Mereka menekankan pentingnya penyelesaian hak-hak sang aktris sebelum menjalani promosi film.
Confusion in the Family
Situasi menjadi semakin rumit ketika surat somasi yang dikirim kuasa hukum Ratu Sofya disalahartikan sebagai somasi kepada orang tua sendiri. Hal ini memicu reaksi publik dan menarik perhatian warganet. Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, bahkan tampil di konferensi pers bersama rumah produksi untuk menyatakan kesedihannya atas tekanan hukum yang didapat dari anaknya sendiri.
Intan Masthura merasa haru karena hubungan keluarganya dengan Ratu Sofya sudah renggang selama bertahun-tahun dan berharap agar sang putri bisa pulang dan memperbaiki hubungan keluarga.
Solusi yang Dicari
Pihak kuasa hukum Ratu Sofya, dengan tegas, menyatakan bahwa sang aktris tetap profesional dan siap menjalani kewajiban promosi. Mereka hanya ingin memastikan bahwa hak-hak klien mereka terpenuhi sebelum melangkah lebih jauh. Semua pihak berharap konflik ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa meninggalkan luka yang lebih dalam.


