Emiten SUPR Akan Go Private dan Delisting
Sebuah keputusan mengejutkan diambil oleh PT Protelindo pada tanggal Keterbukaan Informasi terkait rencana untuk go private dan delisting. Meskipun belum memenuhi persyaratan free float minimum, pihak perusahaan telah merencanakan langkah strategis ini untuk memperoleh efisiensi dalam pengelolaan aset dan operasional.
Perubahan Strategis Perseroan
Dalam keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia, PT Protelindo akan mengajukan rencana go private dan delisting untuk mengoptimalkan strategi bisnis jangka panjang. Ini juga dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi kepemilikan saham dalam grup perusahaan.
Menanggapi keputusan ini, pihak Protelindo selaku pemegang saham utama dan pengendali Perseroan akan melakukan penawaran tender sukarela untuk membeli saham perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham publik. Harga penawaran sebesar Rp 45.000 per saham akan diberlakukan.
Rencana Korporasi
Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, PT Protelindo berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Mei 2026. Dengan kepemilikan saham sebesar 97,33% sampai Maret 2026, Protelindo diharapkan dapat menyelesaikan proses go private dan delisting tanpa kendala.


