Wednesday, July 22, 2026
HomeBeritaPuncak Haji: 6 Jemaah Embarkasi Banjarmasin Berpetualang di Safari Wukuf

Puncak Haji: 6 Jemaah Embarkasi Banjarmasin Berpetualang di Safari Wukuf

Empat Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Jalani Safari Wukuf di Padang Arafah

Sebanyak empat jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin harus menjalani safari wukuf di Padang Arafah. Keputusan ini diambil setelah petugas kloter BDJ 01 hingga BDJ 19 melaporkan bahwa empat orang jemaah tersebut dinilai kurang sehat. Sementara dua jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Program Safari Wukuf untuk Jemaah yang Kurang Sehat

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr. H. Eddy Khairani, menyatakan bahwa jemaah yang sedang dalam perawatan di RSAS akan tetap difasilitasi untuk mengikuti prosesi wukuf melalui program safari wukuf. Program ini merupakan upaya pemerintah Indonesia melalui Daerah Kerja Mekkah untuk memastikan jemaah yang sakit tetap dapat melaksanakan rukun haji tanpa harus kelelahan berlebih.

Menurut Eddy Khairani, program safari wukuf menjadi bentuk pelayanan khusus bagi jemaah yang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Hal ini dilakukan agar seluruh jemaah haji dapat menjalankan ibadah secara maksimal sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing.

Peran Petugas Kesehatan dalam Pemantauan Jemaah Haji

Sementara kondisi jemaah haji Embarkasi Banjarmasin secara umum masih terkendali dan mayoritas dalam keadaan sehat. Petugas kesehatan dan petugas kloter terus melakukan pemantauan intensif menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Mereka terus memeriksa serta mendampingi jemaah yang berisiko tinggi, terutama lansia dan jemaah dengan penyakit bawaan, agar tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan aman.

Selain program safari wukuf, pemerintah juga mengikutsertakan jemaah prioritas seperti lansia, jemaah uzur, dan disabilitas dalam program murur. Melalui program ini, jemaah dapat melintas Muzdalifah langsung menuju tenda di Mina, tanpa perlu turun dan bermalam di Muzdalifah.

Skema pelayanan seperti safari wukuf dan murur diharapkan dapat membantu seluruh jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalankan ibadah dengan baik. Dengan adanya berbagai program ini, diharapkan jemaah bisa kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan memperoleh haji yang mabrur.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler