Asisten Pribadi Matthew Perry Divonis Hukuman Penjara 41 Bulan
Pada Rabu (27/5), pengadilan federal Amerika Serikat menjatuhkan hukuman penjara selama 41 bulan kepada Kenneth Iwamasa, asisten pribadi Matthew Perry. Iwamasa dinyatakan bersalah atas perannya dalam menyuntikkan ketamin secara berulang, termasuk dosis terakhir yang menyebabkan Perry tewas akibat overdosis pada Oktober 2023.
Vonis dan Denda
Hakim Distrik AS Sherilyn Peace Garnett juga memberikan denda sebesar US$10.000 kepada Iwamasa. Sebelumnya, Iwamasa mengaku bersalah pada Agustus 2024 terkait dakwaan konspirasi pendistribusian ketamin yang berujung pada kematian dan cedera serius.
Meskipun Iwamasa tidak memiliki latar belakang medis yang memadai, ia terlibat dalam menyediakan dan menyuntikkan obat-obatan ilegal kepada Perry. Sejak September 2023, Iwamasa bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk seorang dokter dan seorang konselor obat-obatan.
Riwayat Kasus
Iwamasa memesan pasokan ketamin dari berbagai dealer, termasuk bandar narkoba yang dikenal dengan alias “Ketamine Queen”. Pada akhirnya, penyuntikan ketamin yang dilakukan Iwamasa pada Perry menyebabkan kematian aktor tersebut.
Setelah kejadian tragis itu, Iwamasa berusaha menghilangkan bukti-bukti terkait penggunaan ketamin di rumah Perry dan berbohong kepada pihak berwenang. Selain Iwamasa, beberapa individu lain yang terlibat dalam kasus ini telah menerima hukuman penjara dengan berbagai rentang waktu.
Peran Iwamasa sebagai asisten pribadi seharusnya menjadi tempat kepercayaan dan bantuan bagi Perry, namun ia justru menggunakan posisinya tersebut untuk tujuan yang keliru. Kasus ini menjadi peringatan akan bahaya penyalahgunaan narkoba, bahkan di kalangan individu terdekat.


