IHSG Tetap di Zona Merah Meski Tekanan Berkurang
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona merah meskipun mengalami sedikit penurunan pada sesi perdagangan pertama, Senin (8/6/2026). IHSG hari ini berada pada posisi 5.434,30, turun 2,87%. Demikian pula dengan indeks saham LQ45 yang turun 2,77% menjadi 542,31. Semua indeks saham acuan mengalami tekanan.
Tekanan di Pasar Keuangan Indonesia
Menurut Pengamat Pasar Modal, Hendra Wardana, tekanan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses repricing atau penyesuaian terhadap risiko yang dihadapi Indonesia di mata investor global. Dampak dari pelemahan rupiah yang cukup signifikan dan koreksi IHSG sebesar 36% dari puncaknya, serta adanya arus dana asing yang cenderung net sell, menunjukkan bahwa pasar meminta premi risiko yang lebih tinggi untuk berinvestasi di Indonesia.
Hendra menyatakan bahwa investor tidak hanya mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menilai tingkat risiko yang harus mereka tanggung. Saat ini, fokus risiko bukan hanya pada perlambatan ekonomi, melainkan juga ketidakpastian terkait arah kebijakan, keberlanjutan fiskal, stabilitas nilai tukar, dan kredibilitas pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.
Di tengah peningkatan tingkat ketidakpastian, investor biasanya menginginkan valuasi yang lebih rendah sebelum melakukan investasi kembali.


