Aktris Gwyneth Paltrow Dikecam Usai Bintangi Iklan di Israel
Jakarta, CNN Indonesia — Gwyneth Paltrow, aktris terkenal berusia 53 tahun, menjadi sorotan di media sosial setelah tampil dalam iklan proyek properti mewah di Herzliya, Israel. Proyek bernama 51 Park ini merupakan bangunan setinggi 51 lantai di kota pesisir Herzliya.
Gwyneth Paltrow dan Iklan Kontroversial di Israel
Dalam iklan tersebut, Paltrow menyatakan bahwa ada alasan mengapa bangunan ikonik selalu berdekatan dengan taman. Ketika ditanya apakah lokasi iklan tersebut berada di New York, Paltrow menjawab dengan tegas, “Herzliya. Israel.” Hal ini membuatnya menjadi target kritik pedas dari warganet di media sosial.
Herzliya dipandang sebagai bagian dari tanah Palestina yang dikuasai oleh Israel melalui proses kolonisasi dan migrasi zionis yang pada saat itu mengakibatkan pengusiran warga Palestina pada peristiwa Nakba tahun 1948.
Kontroversi dan Tanggapan Warganet
Meskipun Paltrow tidak membagikan iklan tersebut di akun Instagram pribadinya, namun komentar-komentar kecaman dari warganet terus mengalir di setiap unggahan terbarunya. Mereka mengecamnya karena terlibat dalam promosi proyek properti di Israel ketika Gaza sedang dilanda konflik dan pemboman yang dilakukan oleh Israel.
Kritik dan seruan ‘Free Palestine’ memenuhi kolom komentar Paltrow, diikuti dengan gambar bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas. Sejumlah warganet menyoroti sikap Paltrow yang terlibat dalam iklan di tengah situasi sensitif di Palestina.
Paltrow sendiri memiliki latar belakang keluarga yang memadukan tradisi Yahudi dan Kristen. Ayahnya berdarah Yahudi, sehingga ia memiliki hubungan emosional dengan Israel. Paltrow bahkan pernah menandatangani surat bersama selebritas Hollywood lainnya untuk mendesak pembebasan sandera yang ditahan di Gaza pada tahun 2023.
Sejumlah organisasi internasional telah menuduh Israel melakukan genosida di Gaza dan kasus ini tengah bergulir di International Court of Justice, meski Israel membantah tudingan tersebut dan berdalih bahwa tindakan mereka bertujuan untuk melawan Hamas.
Di tengah ketegangan politik dan humaniter, Gwyneth Paltrow harus menghadapi gelombang kritik dan perdebatan atas keterlibatannya dalam iklan proyek properti mewah di Israel.


