BEI Tambah Fitur Transaksi Repo dengan Underlying SBSN dalam SPPA
Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengembangkan Sistem Perdagangan Pasar Amanah (SPPA) dengan menambah fitur transaksi Repo dengan Underlying SBSN. Hal ini merupakan langkah BEI dalam memperluas pemanfaatan SPPA sebagai infrastruktur perdagangan pasar keuangan yang terintegrasi.
Kolaborasi dan Pengembangan
Iding, Direktur BEI, menyatakan bahwa BEI akan terus berkolaborasi dengan regulator, otoritas, asosiasi, dan pelaku pasar untuk mengembangkan SPPA. Dengan adanya fitur Repo dengan Underlying SBSN, BEI optimis dapat memperkuat transparansi, efisiensi, dan likuiditas pasar keuangan nasional.
Dukungan teknologi dan infrastruktur yang terintegrasi diharapkan memberikan kemudahan bagi pelaku pasar dalam melakukan transaksi secara lebih cepat, aman, efisien, dan terdokumentasi dengan baik. Fitur transaksi Repo dengan Underlying SBSN juga memperkuat peran SPPA sebagai platform perdagangan elektronik yang mendukung proses transaksi secara straight-through processing (STP).
Komitmen BEI
Melalui inovasi yang terus dikembangkan, BEI berkomitmen menjadikan SPPA sebagai platform utama perdagangan elektronik untuk instrumen EBUS dan Pasar Uang di Indonesia. Kehadiran fitur transaksi Repo dengan Underlying SBSN diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar sekunder SBSN dan memperkuat ekosistem pasar keuangan nasional.
Fitur transaksi Repo dengan Underlying SBSN di SPPA menjadi salah satu katalis dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing pasar keuangan nasional. Dengan terus mengembangkan SPPA, BEI berharap dapat mengakomodasi kebutuhan pasar yang semakin berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.


