Rusia Bertahan Pada Kebijakan Larangan Pembelian dengan Kripto di Dalam Negeri
Jika Anda seorang penjudi Rusia, undang-undang baru ini kemungkinan besar tidak memberi Anda banyak alasan untuk merayakan: Anda masih tidak dapat membeli apa pun dengan kripto di dalam Rusia. Menurut undang-undang terbaru, kripto hanya diizinkan untuk perdagangan internasional. Perusahaan Rusia diperbolehkan membayar mitra asing mereka dengan Bitcoin untuk menghindari pembatasan transaksi di luar saluran perbankan Barat. Meskipun demikian, rubel tetap menjadi satu-satunya alat pembayaran legal di dalam negeri Rusia.
Menghindari Sanksi Mata Uang Kripto
Berdasarkan keterangan Deputy Chair of the State Duma’s Budget and Taxes Committee, Kaplan Panesh, RUU yang disahkan pertama kali pada April ini dirancang dengan mempertimbangkan posisi rubel Rusia. Tujuannya adalah untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan Rusia menggunakan kripto untuk membayar rekanan asing dan menghindari pembatasan yang diberlakukan sanksi internasional.
Rusia telah tunduk pada sanksi dari negara Barat sejak 2014 dan khususnya ketika sanksi semakin diperberat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Pada Februari, Uni Eropa bahkan mengeluarkan larangan untuk semua transaksi kripto dengan entitas Rusia. Namun, Rusia tetap gigih dan terus mengeluarkan undang-undang terkait kripto.
Rusia Sebagai Produsen Bitcoin Kedua di Dunia
Pada Agustus 2024, Putin resmi menandatangani undang-undang penambangan kripto di Rusia. Hal ini menjadikan Rusia sebagai produsen Bitcoin kedua di dunia setelah Amerika Serikat berdasarkan Indeks Hashrate tahun 2026. RUU terbaru ini juga mencakup aturan perdagangan dan penyelesaian, melengkapi kerangka regulasi yang telah dibangun oleh pemerintah Rusia sejak sanksi awal diterapkan.
Sebagai pengingat, setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Sebaiknya melakukan riset dan analisis mendalam sebelum membeli atau menjual kripto. Liputan6.com sebagai media penyampai informasi tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi tersebut.


