Monday, August 10, 2026
HomeSahamIHSG Turun ke 6.315, Saham TINS Naik 1,9%

IHSG Turun ke 6.315, Saham TINS Naik 1,9%






IHSG Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Emas

IHSG Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, IHSG mengalami koreksi dengan laju yang melandai. Hal ini terjadi ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencapai 17.941 dan mayoritas sektor saham mengalami kenaikan.

Penutupan Perdagangan Saham Hari Kamis

Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup turun 0,30% menjadi 6.315,31. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 0,86% menjadi 627,11. Sebagian besar indeks saham acuan terdampak penurunan tersebut.

Pada sesi perdagangan hari Kamis, IHSG bergerak antara level tertinggi 6.454,30 dan level terendah 6.306,64. Meskipun demikian, sebanyak 321 saham berhasil menguat, menahan laju koreksi IHSG. Sementara itu, 299 saham mengalami pelemahan, dan 176 saham stagnan. Dalam dua hari terakhir, terpantau bahwa IHSG telah mengalami penurunan secara beruntun.

Pengaruh Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak mentah selama enam pekan terakhir telah memberikan dampak pada pergerakan IHSG. Hal ini membuat para pelaku pasar lebih berhati-hati, terutama dalam melakukan trading jangka pendek.

Pada sesi kedua, investor mulai bersikap hati-hati karena harga minyak jenis WTI dan jenis Brent masing-masing telah melampaui level US$ 89 per barel dan US$ 97 per barel. Konflik antara Amerika Serikat dengan Iran turut berkontribusi terhadap situasi tersebut.

Selain itu, frekuensi perdagangan saham juga meningkat. Total volume perdagangan saham mencapai 63,3 miliar saham dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 23,9 triliun. Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 17.941.

Sektor Saham yang Mengalami Kenaikan

Pada Kamis pekan ini, sektor saham properti mencatat kenaikan terbesar sebesar 3,13%. Diikuti oleh sektor saham consumer nonsiklikal yang naik 1,56%, sektor saham energi 1,52%, dan sektor saham transportasi 1,33%. Sementara itu, sektor saham basic juga menguat 0,23%, sektor saham teknologi 0,71%, namun sektor saham infrastruktur mengalami penurunan sebesar 0,05%.


Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler