Semakin Dewasa, Lingkar Pertemanan Cenderung Makin Kecil: Mengapa?
Jakarta (ANTARA) – Pernah merasa dulu punya banyak teman, tetapi semakin bertambah usia justru hanya beberapa orang yang masih rutin diajak ngobrol atau bertemu? Kondisi seperti ini cukup umum terjadi. Saat masih sekolah atau kuliah, rasanya mudah untuk memiliki banyak teman karena hampir setiap hari bertemu dengan orang yang sama. Ada teman sekelas, teman organisasi, teman satu komunitas, sampai kenalan dari berbagai kegiatan.
Mengapa Lingkar Pertemanan Berubah?
Menariknya, perubahan tersebut tidak selalu berarti hubungan sosial menjadi lebih buruk. Penelitian tentang perkembangan jaringan sosial menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung menjadi lebih selektif dalam memilih hubungan yang ingin dipertahankan. Hubungan yang lebih dekat dan bermakna cenderung mendapat perhatian lebih besar dibandingkan hubungan yang sifatnya lebih jauh. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi?
Prioritas Hidup Berubah
Ketika masih muda, memiliki banyak teman bisa terasa penting. Bertemu orang baru, memperluas pergaulan, dan mendapatkan pengalaman dari berbagai lingkungan menjadi bagian dari proses mengenal diri sendiri. Seiring bertambahnya usia, prioritas tersebut dapat berubah. Seseorang mungkin mulai lebih fokus pada pendidikan, pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau tujuan pribadi. Waktu yang tersedia untuk bersosialisasi pun tidak sebanyak sebelumnya.
Lingkar Pertemanan yang Berkualitas
Mulai lebih menghargai kualitas daripada kuantitas pertemanan adalah hal yang umum terjadi dengan bertambahnya usia. Seseorang bisa mulai menyadari bahwa jumlah teman tidak selalu menentukan kualitas kehidupan sosial. Memiliki beberapa teman yang bisa dipercaya, saling mendukung, dan nyaman diajak berbicara bisa terasa lebih berarti daripada memiliki banyak kenalan tetapi jarang memiliki hubungan yang mendalam.


