Klasifikasi dan Contoh Barang Berbahaya dalam Pengiriman Barang
Dalam dunia bisnis yang melibatkan pengiriman barang, penting untuk memahami jenis-jenis klasifikasi dan contoh barang berbahaya (dangerous goods / DG). Barang-barang berbahaya memiliki tingkat risiko tinggi dan memerlukan penanganan khusus.
Pengertian Dangerous Cargo
Barang berbahaya dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu kargo biasa, kargo khusus, dan kargo berbahaya. Kargo berbahaya melibatkan muatan yang memiliki risiko tinggi, seperti potensi kebocoran gas yang berbahaya.
Kargo berbahaya memerlukan penanganan ekstra karena berisiko. Contohnya adalah baterai lithium, alkohol, dan produk aerosol yang tidak boleh dikirimkan melalui udara karena potensi bahaya yang dimiliki.
Klasifikasi dan Contoh Dangerous Goods
Barang berbahaya diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko dan jenisnya. Ada beberapa jenis klasifikasi barang berbahaya, antara lain:
- Explosive Goods (REX)
Barang berbahaya yang mudah meledak, seperti petasan, peluru, dan mesiu. - Gasses (RPG)
Berupa gas yang mudah terbakar atau beracun. - Flammable Liquids (RFL)
Zat cair yang mudah terbakar, seperti alkohol dan BBM. - Flammable Solids (RFS)
Benda padat yang mudah terbakar, contohnya sulfur dan fosfor. - Oxidizing Substances (ROX) & Organic Peroxide
Barang yang mudah terbakar karena menghasilkan oksigen. - Toxic (RPB) & Infectious Substance (RIS)
Barang bersifat racun atau infeksius, seperti sianida dan virus hidup. - Radioactive Material (RFW)
- Corrosive (RCM)
Barang yang bersifat korosif, misalnya zat asam dan batteries. - Miscellaneous Dangerous Goods (RMD)
Barang lain yang dianggap berbahaya, seperti magnet dan kendaraan listrik.
Pemahaman tentang berbagai jenis dan contoh barang berbahaya dalam pengiriman barang sangat penting untuk mencegah risiko dan menjaga keselamatan dalam proses pengiriman. Sesuaikan penanganan dan proses pengiriman dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari masalah di kemudian hari.


