IHSG Melonjak Hampir 2,5 Persen dalam Seminggu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat secara signifikan selama perdagangan saham 18-21 Agustus 2026. Kenaikan IHSG sebesar hampir 2,5 persen ini didorong oleh sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.
Sentimen Positif di Pasar Saham
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melonjak sebesar 1,93% ke level 6.525,69 dari posisi 6.401,88 pada pekan sebelumnya. Hal ini tak lepas dari langkah Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengungkapkan bahwa selama seminggu terakhir, IHSG naik signifikan dan berhasil ditutup di atas moving average (MA) 20 harian. Adanya volume pembelian yang meningkat turut mendorong kinerja IHSG yang positif.
Faktor-faktor Penggerak IHSG
Berbagai faktor mempengaruhi kinerja IHSG dalam seminggu terakhir. Pertama, keputusan BI untuk menjaga suku bunga acuan tetap di 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi. Kedua, hasil FOMC minutes yang menunjukkan pandangan hawkish dari tiga gubernur Federal Reserve (the Fed).
Di samping itu, penguatan harga komoditas emas, kenaikan harga minyak mentah dunia, dan defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 juga turut memengaruhi kinerja IHSG. Investor asing juga turut berperan dengan melakukan aksi beli saham sebesar Rp 2,23 triliun, menggantikan aksi jual pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume, frekuensi, dan nilai transaksi harian di BEI juga mengalami kenaikan signifikan, menunjukkan antusiasme pelaku pasar yang semakin tinggi.


