Saturday, October 17, 2026
HomeBerita15 Armada Laut dan Udara Cari 130 Korban Kapal Virgo

15 Armada Laut dan Udara Cari 130 Korban Kapal Virgo

Sebanyak 130 orang masih dicari setelah kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu (13/9/2026), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 penumpang, terdiri atas 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Untuk memperluas pencarian, Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara. Kekuatan tersebut mencakup 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat yang bergerak menuju kawasan operasi.

Kapal SAR dari Tiga Kota Dikerahkan

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan unsur laut yang dilibatkan berasal dari sejumlah wilayah. Kapal-kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar diarahkan menuju lokasi kecelakaan. Empat kapal perang Republik Indonesia atau KRI milik TNI Angkatan Laut juga dilaporkan telah mendekati lokasi untuk membantu pencarian dan pertolongan.

“Unsur laut, kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, kemudian yang ada di Surabaya, dan juga yang ada di Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian,” kata Syafii dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Minggu malam.

Operasi di laut turut dibantu kapal-kapal yang berada di sekitar perairan tempat kejadian. Kapal tersebut dimasukkan sebagai bagian dari potensi SAR untuk mempercepat respons darurat sekaligus memperbesar cakupan area pencarian.

Pengerahan kapal di sekitar lokasi dilakukan setelah Basarnas Command Center mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa. Melalui pemberitahuan itu, kapal yang sedang melintas atau berada tidak jauh dari lokasi diminta ikut memberikan bantuan dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Pencarian Udara dan Dukungan Lintas Instansi

Dari udara, operasi mendapatkan dukungan dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta satu pesawat Karavan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pesawat Karavan tersebut mulai diperbantukan untuk mendukung upaya pencarian.

Selain kekuatan laut dan udara, unsur darat juga dilibatkan. Koordinasinya mencakup jajaran TNI, Polri, kementerian dan lembaga, serta berbagai potensi SAR lain berdasarkan fungsi masing-masing.

“Basarnas dibantu, khususnya dari TNI dan Polri, dan juga seluruh potensi, begitu juga dari kementerian/lembaga sesuai dengan fungsinya,” ujar Syafii.

Menurut Syafii, pelaksanaan pencarian dan pertolongan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO). Seluruh unsur yang terlibat tetap berada dalam koordinasi Basarnas sebagai pelaksana operasi SAR.

Armada dan personel pendukung yang telah digerakkan masih melanjutkan pencarian terhadap 130 orang yang belum ditemukan. Operasi difokuskan untuk menjangkau wilayah pencarian yang lebih luas dan mempercepat penanganan para korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler