Bola mati menjadi sumber masalah Java United saat takluk 2-3 dari Persita pada pekan kedua BRI Super League musim ini. Fabio Lefundes menempatkan situasi tersebut sebagai faktor utama di balik kekalahan timnya dalam pertandingan yang menghasilkan lima gol itu.
Java United sebenarnya mampu mencetak dua gol. Namun, jumlah tersebut tidak cukup untuk mengimbangi tiga gol Persita. Selisih satu gol pada skor akhir memperlihatkan betapa mahalnya kesalahan yang terjadi dalam pertandingan ketat tersebut.
Bola mati menjadi titik krusial
Dalam penilaiannya setelah laga, Fabio menyoroti bola mati sebagai sumber petaka bagi Java United. Pernyataan itu mengarahkan perhatian pada fase permainan ketika bola kembali dimainkan melalui situasi tertentu, yang dinilainya berperan dalam kekalahan tim.
Informasi yang tersedia tidak merinci jenis bola mati yang dimaksud maupun proses terciptanya setiap gol Persita. Tidak dijelaskan pula berapa gol yang bermula dari situasi tersebut. Meski demikian, penekanan Fabio menunjukkan bahwa aspek itu menjadi titik krusial dalam evaluasinya terhadap hasil pertandingan.
Sorotan tersebut juga memberi gambaran bahwa kekalahan Java United tidak semata-mata dilihat dari kemampuan mencetak gol. Tim ini berhasil dua kali membobol gawang Persita, tetapi tetap harus mengakhiri laga tanpa hasil yang diharapkan karena kebobolan lebih banyak.
Dua gol belum cukup menyelamatkan Java United
Skor 2-3 membuat efektivitas Java United di depan gawang tidak berujung pada hasil positif. Dalam pertandingan dengan margin setipis itu, satu gol tambahan yang dicetak Persita menjadi pembeda akhir antara kedua tim.
Bagi Java United, penjelasan Fabio membuat penanganan situasi bola mati menjadi bagian yang paling menonjol dari pembacaan atas kekalahan ini. Persoalan tersebut muncul pada awal perjalanan mereka di kompetisi karena pertandingan melawan Persita baru berlangsung pada pekan kedua BRI Super League musim ini.
Hasil tersebut sekaligus menjadi catatan bagi Java United setelah melalui laga dengan total lima gol. Mereka mampu menjaga persaingan skor dengan mencetak dua gol, tetapi Persita keluar sebagai pemenang berkat tiga gol yang dibukukan sepanjang pertandingan.
Fabio tidak sekadar melihat skor akhir, melainkan menunjuk bagian permainan yang dianggap paling merugikan Java United. Tanpa rincian lebih lanjut mengenai kronologi gol maupun bentuk situasi bola mati yang terjadi, faktor itulah yang ia kemukakan sebagai penyebab penting kekalahan 2-3 dari Persita.


