Final yang mempertemukan Timnas Indonesia dan Thailand diperkirakan akan berlangsung dalam pertarungan berimbang dari sisi teknis. Kedua tim dinilai memiliki peluang yang sama untuk keluar sebagai juara. Namun, faktor di luar lapangan diyakini dapat memberi keuntungan tambahan bagi Indonesia, terutama karena dukungan puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pengamat sepak bola Gusnul Yakin menilai atmosfer stadion dapat menjadi sumber energi bagi para pemain Indonesia. Dukungan langsung dari suporter, menurut dia, berpotensi meningkatkan semangat dan keberanian skuad Garuda saat menghadapi Thailand di pertandingan penentuan.
“Secara teknis, kedua tim punya peluang sama jadi juara. Tapi dari faktor nonteknis, kans Timnas Indonesia lebih besar dari Thailand. Karena telah terbukti dukungan puluhan ribu penonton di SUGBK mampu membakar adrenalin para pemain Timnas Indonesia,” kata Gusnul Yakin.
Dukungan suporter menjadi modal Indonesia
Penilaian tersebut menempatkan atmosfer pertandingan sebagai salah satu pembeda utama. Indonesia akan bermain di hadapan pendukung sendiri, sehingga tekanan dari tribun dapat berubah menjadi dorongan bagi pemain. Dalam laga final, situasi semacam itu dinilai bisa memengaruhi energi dan intensitas permainan tim.
Meski demikian, keunggulan atmosfer tidak serta-merta membuat Indonesia berada jauh di atas Thailand. Gusnul mengingatkan bahwa tim berjuluk Gajah Perang itu juga memiliki pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan besar. Karena itu, dukungan masif Garuda Fans belum tentu membuat para pemain Thailand kehilangan fokus.
Thailand dinilai memiliki mental teruji
Thailand datang dengan skuad yang disebut telah terbiasa bermain di bawah tekanan. Tim yang diasuh Anthony Hudson itu juga memiliki pemain-pemain berpengalaman, termasuk Chanathip Songkrasin. Pengalaman menghadapi ribuan suporter maupun tekanan dari tim lawan diyakini membuat Thailand mampu menjaga ketenangan dalam pertandingan penting.
“Jika melihat rangking FIFA di angka 94 dan sering menghadapi tim-tim kuat, saya kira pemain Thailand telah kebal dengan segala jenis teror. Sebagai raksasa sepak bola ASEAN, mental pemain Thailand pun sudah teruji dan sangat tangguh,” jelas Gusnul.
Dengan gambaran tersebut, Indonesia memiliki modal kuat melalui dukungan publik di SUGBK, sedangkan Thailand mengandalkan pengalaman dan ketahanan mental. Pertandingan final pun tidak hanya akan menguji kemampuan teknis kedua tim, tetapi juga respons pemain terhadap tekanan dan atmosfer pertandingan. Pada akhirnya, faktor nonteknis dapat membantu Indonesia, tetapi Thailand diperkirakan tidak mudah kehilangan kendali hanya karena menghadapi dukungan besar dari suporter tuan rumah.


