Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan IHSG pada 24-28 November 2025 dengan 10 saham yang mencatat keuntungan di atas kinerja IHSG selama sepekan. Data BEI menunjukkan bahwa IHSG naik 1,12% menjadi 8.508,70 dari sebelumnya 8.414,35 pekan sebelumnya. Pada pekan ini, IHSG mencapai level tertinggi 8.622,26 dan terendah 8.429,46.
Menurut Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, kenaikan IHSG 1,12% didorong oleh beberapa faktor, yaitu rebalancing MSCI yang membawa aliran dana asing ke IHSG, penguatan rupiah terhadap dolar AS, harapan pemangkasan suku bunga the Federal Reserve yang mencapai 84%, dan penguatan harga komoditas dunia seperti emas dan CPO.
Kapitalisasi pasar saham juga mengalami lonjakan sebesar 1,53% menjadi Rp 15.626 triliun, dengan investor asing melakukan aksi beli saham sebesar Rp 992,41 triliun. Dari 11 sektor saham, tiga sektor mengalami pelemahan, sementara sektor industri, energi, properti, dan sektor keuangan mengalami kenaikan.
Selama periode tersebut, ada 10 saham yang mencatat kenaikan terbesar atau top gainers, yang menunjukkan potensi kenaikan di tengah pertumbuhan IHSG.


