PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat pertumbuhan kinerja yang sangat signifikan selama periode Januari-September 2025. Pendapatan Perseroan meningkat menjadi Rp 68,60 miliar, naik 195% dari periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pendapatan dari layanan internet sebagai kontributor utama mencapai Rp 67,15 miliar.
Laba usaha INET juga mengalami lonjakan hingga 900% secara tahunan, dari Rp 2,49 miliar menjadi Rp 25,27 miliar. Laba bersih perusahaan mencapai Rp 19,37 miliar, meningkat 819% dari periode sebelumnya, sementara EBITDA INET mencapai Rp 35,35 miliar menunjukkan efisiensi operasional yang kuat.
Total aset perusahaan hampir dua kali lipat, mencapai Rp 454,59 miliar per 30 September 2025 dari Rp 229,85 miliar per 31 Desember 2024. Meskipun total liabilitas juga meningkat menjadi Rp 93,07 miliar, DER INET masih tergolong rendah dengan 0,26 kali, menunjukkan kesehatan finansial yang baik.
INET telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 24 Juli 2023. Pergerakan sahamnya menarik perhatian, terutama pada 24 November 2025 ketika saham INET melonjak 24% dan mencapai level tertinggi Rp 675. Akibat kenaikan harga yang signifikan, BEI melakukan suspensi perdagangan INET dan Waran Seri I (INET-W) pada 25 November 2025. Setelah suspensi dibuka, saham INET kembali menguat dan ditutup naik 4,44% ke posisi Rp 705 per saham pada 26 November 2025.


