Thursday, January 15, 2026
HomeSahamPenjualan Saham Nike Terpuruk di China: Tarif Pangkas Keuntungan

Penjualan Saham Nike Terpuruk di China: Tarif Pangkas Keuntungan

Saham perusahaan Nike Inc. mengalami penurunan sekitar 10 persen setelah jam perdagangan pada Jumat pagi. Meskipun kinerja keuangan kuartalan perusahaan tersebut melampaui harapan analis Wall Street, namun saham Nike terguncang akibat melemahnya penjualan di China dan dampak kenaikan tarif yang mempengaruhi margin keuntungan perusahaan. Investor mulai memperhatikan tantangan yang dihadapi Nike di pasar global, terutama di kawasan Asia.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026, Nike mencatatkan laba per saham sebesar 53 sen, melampaui perkiraan konsensus sebesar 38 sen. Pendapatan perusahaan juga melebihi estimasi analis dengan mencapai USD 12,43 miliar. Meskipun terdapat pertumbuhan penjualan di pasar Amerika Utara sebesar 9 persen menjadi USD 5,63 miliar, penjualan di China justru mengalami penurunan tajam hingga 17 persen menjadi USD 1,42 miliar.

CEO Nike, Elliott Hill, menyatakan bahwa perusahaan masih dalam fase pemulihan setelah menerapkan strategi baru untuk memulihkan pertumbuhan dan pangsa pasar. Strategi tersebut mencakup pembersihan stok lama, variasi produk, dan pembangunan kembali hubungan dengan mitra grosir. Hill menekankan pentingnya tahun fiskal 2026 sebagai periode untuk mengambil langkah-langkah krusial dalam mengembalikan Nike Digital ke pengalaman premium serta memperdalam hubungan dengan konsumen dan mitra. Menurut Hill, perjalanan perusahaan menuju potensi maksimal masih berada di tengah-tengah proses kebangkitan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler