Stabilitas makroekonomi domestik menjadi faktor utama yang menjadi penopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah konflik antara AS dan Venezuela, menurut pengamat pasar modal Indonesia, Reydi Octa. Reydi mengatakan bahwa penguatan IHSG lebih dipengaruhi oleh sentimen domestik dan regional daripada konflik antara AS dan Venezuela. Para pelaku pasar dianggap melihat bahwa konflik antara kedua negara tersebut belum memberikan dampak sistemik terhadap pasar keuangan global, sehingga tidak terjadi aksi jual besar-besaran di pasar saham. Di sisi lain, dari dalam negeri, kinerja IHSG juga didorong oleh stabilitas ekonomi makro, optimisme investor di awal tahun, serta perputaran modal ke sektor komoditas, khususnya energi dan emas. Para investor melihat sektor-sektor tersebut sebagai berpotensi mendapatkan keuntungan di tengah ketidakpastian global, sehingga menjadi pilihan untuk menjaga kinerja portofolio mereka.


