Saham Intel Corp mengalami lonjakan nilai terbesar sejak September 2025 setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengapresiasi kemajuan teknologi dan kinerja pasar saham produsen chip tersebut. Trump bertemu dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan, di Gedung Putih untuk membahas lini prosesor baru perusahaan setelah pemerintah AS membeli sebagian saham perusahaan tersebut. Pujian Trump terhadap Intel yang berbasis di Santa Clara, California, memicu kenaikan saham hingga 90% sejak rencana pembelian saham oleh pemerintah AS muncul. Hal ini membuat saham Intel melonjak 11% menjadi USD 45,55 di New York, merupakan kenaikan harian terbesar sejak September lalu. CEO Tan telah bergerak cepat untuk merestrukturisasi bisnis pembuat chip tersebut, namun Intel masih harus memperkuat produk baru untuk merebut kembali pangsa pasar yang hilang. Saat ini, perusahaan telah memulai pengiriman produk 18A sub-2-nanometer pertamanya, tetapi masih bergantung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. untuk beberapa fabrikasi chip. Meskipun harga saham Intel meningkat akibat investasi dari AS, Nvidia Corp., dan SoftBank Group Corp., tantangan terbesar masih ada di depan untuk merebut pasar yang hilang.


