PT Astra International Tbk telah memastikan bahwa ketujuh lini bisnisnya merupakan sektor inti yang akan diperkuat. Fokus juga diberikan pada sektor layanan kesehatan dan infrastruktur sebagai area dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Tira Ardianti, Head of Corporate Investor Relations Astra International, menyatakan bahwa ketujuh portofolio bisnis utama meliputi otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, serta properti.
Astra akan terus mengoptimalkan ketujuh portofolio ini baik melalui pengembangan internal maupun investasi terkait. Mereka tidak membedakan antara inti dan non-inti dari lini bisnisnya. Perusahaan juga mulai mengembangkan area yang terkait dengan bisnis inti, termasuk sektor layanan kesehatan seperti telemedicine, rumah sakit, asuransi kesehatan, dan peralatan medis.
Di samping itu, sektor infrastruktur dinilai memiliki prospek cerah, terbukti dengan laba bersih lebih dari Rp 1 triliun pada tahun sebelumnya. Astra melihat bahwa sektor layanan kesehatan dan infrastruktur memiliki potensi pertumbuhan yang baik di masa depan. Infrastruktur dianggap penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, sementara layanan kesehatan diharapkan terus berkembang.


