PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bertekad untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi dalam beberapa tahun ke depan. Dengan berbagai langkah strategis yang diambil, PGE bukan hanya berperan dalam transisi energi di Indonesia tapi juga dalam skala global. Melalui berbagai pencapaian penting, seperti pengakuan standar internasional dalam praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), peningkatan kapasitas terpasang, dan kerja sama dengan mitra lokal maupun internasional, PGE berhasil mencatat perkembangan yang signifikan.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menegaskan bahwa pencapaian sepanjang 2025 menjadi landasan penting untuk langkah-langkah selanjutnya. PGE berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai tambah bagi Indonesia dalam perjalanan transisi energi. Dengan fondasi yang kuat, PGE siap untuk mengembangkan energi panas bumi secara lebih terintegrasi, baik dengan percepatan proyek-proyek prioritas maupun optimalisasi potensi energi panas bumi di Indonesia.
PGE akan terus mendorong pemanfaatan energi panas bumi yang handal, berkelanjutan, dan bernilai tambah untuk mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional. Dengan target pengembangan kapasitas 1 gigawatt (GW), PGE telah mencatat kemajuan signifikan dalam operasionalnya. Dengan beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW, PGE berhasil meningkatkan kapasitas terpasang dari sebelumnya 672 MW menjadi 727 MW, memperkuat posisinya sebagai pengembang energi panas bumi terbesar di Indonesia. Capaian ini menjadi pijakan penting menuju target jangka panjang perusahaan.


