Produsen mobil kini berada di posisi serupa dengan jajaran kendaraan listrik (EV) mereka. Mereka sedang mengatur ulang strategi EV mereka tahun ini dengan perangkat lunak yang lebih baik, teknologi di kabin yang makin matang, pengisian daya lebih cepat, serta jarak tempuh yang memadai. Setelah menghadapi fase rekayasa dan pengembangan, mereka mulai “benar” dalam membuat EV.
Salah satu perubahan yang dilakukan adalah penamaan model dan strategi pemasaran. Volkswagen ID.4 akan berganti nama menjadi ID. Tiguan, mengutip serikat pekerja IG Metall di Jerman. Langkah ini membuat nama menjadi lebih akrab bagi pemirsa yang telah melihat katalog crossover VW bermesin bensin.
Hal yang lebih penting dari perubahan ini adalah peningkatan kepercayaan pelanggan. Familiaritas dengan nama model yang sudah ada membantu meningkatkan kepercayaan dalam teknologi baru. Produsen mobil juga harus mempertimbangkan sejarah merek dan bagaimana nama mobil dapat memengaruhi persepsi calon pembeli.
Mercedes-Benz, Toyota, Audi, dan Volvo juga melakukan perubahan dalam penamaan model EV mereka untuk memudahkan konsumen memahami dan merespons lebih baik. Dari menambah frasa “with EQ Technology” pada nama model Mercedes yang sudah ada hingga memperbarui branding plug-in hybrid yang lebih jelas, produsen mobil berusaha membuat pengalaman pelanggan lebih baik.
Perubahan ini merupakan bagian dari strategi pasar yang lebih besar untuk membuat mobil listrik terasa lebih akrab dan tidak terlalu “asing” bagi pembeli baru maupun pelanggan yang kembali. Dengan penyesuaian penamaan, produsen mobil bersaing untuk menarik perhatian dan membangun kepercayaan di pasar mobil listrik yang semakin berkembang. Semua ini merupakan langkah awal dalam upaya menyatukan dunia mobil listrik dengan dunia mobil konvensional.


