Tuesday, February 17, 2026
HomeBeritaKuyank 2026: Horor Kepercayaan Masyarakat Banjar & Tuntutan Sosial Perempuan

Kuyank 2026: Horor Kepercayaan Masyarakat Banjar & Tuntutan Sosial Perempuan

Film Kuyank, karya sutradara Johansyah Jumberan, resmi dirilis di bioskop-bioskop Indonesia pada 29 Januari 2026. Diproduksi oleh Darihati Films, film ini adalah prekuel dari “Saranjana: Kota Gaib” dan menampilkan sejumlah aktor terkenal seperti Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, Betari Ayu, Barry Prima, Ochi Rosdiana, Jolene Marie, dan Dayu Wijanto.

Kuyank mengambil setting di Desa Sungai Tinggi, Nagara, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan berhasil menarik perhatian penonton dengan menampilkan kehidupan dan budaya Suku Banjar. Ceritanya menyelami mitos, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat sungai, dengan sungai sebagai elemen penting yang menjadi simbol dalam film.

Budaya Banjar juga terkait erat dengan prosesi-pernikahan yang ditampilkan dalam film, seperti proses lamaran yang dilalui Badri dan Rusmiati. Konflik antara norma adat dan keputusan pribadi menjadi salah satu inti dari cerita, sementara prosesi perkawinan tradisional khas Nagara, Beusung, menguatkan nilai-nilai keluarga dan lingkungan sebagai bagian integral dari cerita.

Selain itu, film ini juga menyoroti tekanan sosial terhadap tokoh utama, terutama perempuan dalam institusi pernikahan. Karakter Rusmiati digambarkan sebagai sosok yang rentan terhadap ekspektasi dan tuntutan sosial, membuka diskusi mengenai stigma dan tekanan yang biasa dialami perempuan dalam institusi patriarki.

Dengan narasi yang memperlihatkan ketegangan antara tradisi, kehendak individu, dan tekanan sosial, Kuyank menyoroti isu-isu sosial yang relevan dengan realitas kehidupan masyarakat. Kisah cinta tragis antara Badri dan Rusmiati menjadi cerminan dari kompleksitas relasi sosial di tengah budaya patriarki yang masih kental di masyarakat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler