Tuesday, February 17, 2026
HomeCryptoPercakapan Kripto di Indonesia 2025: Nilai Transaksi Merosot

Percakapan Kripto di Indonesia 2025: Nilai Transaksi Merosot

Percakapan publik seputar aset kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2025. Meskipun demikian, data transaksi menunjukkan adanya penurunan dalam nominal perdagangan kripto dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut laporan Indonesia’s Crypto Outlook 2026 yang dirilis oleh Dataxet Sonar, volume percakapan terkait kripto di media sosial meningkat sebesar 29,8% dari tahun 2024, dengan total engagement mencapai 217,7 juta. Selain itu, percakapan seputar blockchain dan Web3 juga mengalami peningkatan engagement masing-masing sebesar 3,2 juta dan 1,5 juta.

Prasetyo Katon, selaku Head of Insights Dataxet Sonar, menyatakan bahwa kenaikan percakapan ini merupakan indikasi bahwa minat publik terhadap aset digital masih tinggi. Namun, meskipun minat publik meningkat, data transaksi menunjukkan adanya penurunan nilai perdagangan aset kripto sebesar 25,9% pada tahun 2025. Penurunan ini terjadi meskipun jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 20,19 juta. Salah satu faktor yang diperkirakan berkontribusi terhadap penurunan transaksi adalah biaya transaksi yang dianggap belum efisien sepenuhnya, yang berpotensi mendorong sebagian pelaku pasar untuk beralih ke platform perdagangan luar negeri.

Dalam menghadapi temuan tersebut, CFX sebagai bursa berjangka aset kripto berencana untuk memberikan keringanan biaya bagi Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). CFX berencana untuk menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02%, mulai berlaku pada 1 Maret 2026. Harapannya, penurunan biaya ini dapat memperkuat likuiditas dan mendorong peningkatan aktivitas perdagangan kripto di ekosistem dalam negeri. Itu dia update terkini seputar tren percakapan kripto di Indonesia, yang sekaligus menyoroti potensi peningkatan daya saing industri aset kripto nasional.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler