Pada minggu ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk menguat terbatas selama perdagangan saham. Data ekonomi dari China dan Amerika Serikat (AS) akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Menurut Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, area support IHSG berada di 7.854 dengan level resistance di 8.168.
Berbagai sentimen akan memengaruhi pergerakan IHSG, seperti data inflasi China, nonfarm payroll (NFP), dan inflasi AS. Investor juga akan tetap memperhatikan perkembangan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan outlook penurunan dari beberapa institusi asing di masa mendatang. Herditya memperkirakan bahwa investor mungkin akan cenderung melakukan pembelian selektif dan trading dalam jangka pendek dengan memperhatikan sentimen tersebut.
Di Wall Street, sejumlah data ekonomi juga menjadi perhatian. Akan ada laporan pekerjaan Januari yang tertunda yang rencananya dirilis pada Rabu pekan ini. Para ekonom memprediksi akan ada terciptanya 70.000 lapangan kerja nonpertanian bulan lalu dengan tingkat pengangguran yang tetap stabil di 4,4 persen. Selain itu, data inflasi juga akan dirilis pada Jumat pekan ini dengan perkiraan inflasi sebesar 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya.
Laporan lapangan kerja yang tertunda selama lima hari karena penutupan pemerintah yang berakhir pada 3 Februari, muncul di tengah tanda-tanda pasar tenaga kerja AS masih menghadapi tekanan. Data dari ADP menunjukkan bahwa pemberi kerja swasta hanya menambah 22.000 lapangan kerja pada bulan Januari, jauh di bawah perkiraan ekonom. Selain itu, survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) menunjukkan penurunan lowongan kerja ke level terendah sejak awal pandemi, sementara pengumuman pemutusan hubungan kerja pada bulan Januari mencapai level tertinggi sejak 2009.
Ekonom senior Indeed, Cory Stahle, menyatakan bahwa dinamika perekrutan rendah dan pemecatan rendah yang telah berlangsung sepanjang tahun sebagian besar masih berlanjut pada bulan Desember, dengan tingkat pemutusan hubungan kerja yang tetap rendah dan tingkat pengangguran yang sedikit menurun. Semua faktor ini akan memengaruhi laju IHSG dan perdagangan saham selama pekan ini.


