Unjuk rasa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) terhadap aparat kepolisian menghasilkan sejumlah tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa. Meskipun demikian, Polda Kalsel tidak sepenuhnya menerima tuntutan-tuntutan tersebut. Ada enam tuntutan yang diajukan oleh BEM se Kalsel, antara lain menyerukan agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya, menghapus praktik dwifungsi Polri dalam ranah sipil, menghentikan kekerasan dan kriminalisasi terhadap rakyat sipil, menuntut penindakan tegas terhadap anggota polisi yang melakukan pelanggaran, meminta pembebasan tahanan politik, serta melakukan evaluasi terhadap institusi kepolisian di Kalsel. Koordinator Lapangan, Muhammad Arifin, menyatakan bahwa Polda Kalsel tidak sepenuhnya menerima tuntutan tersebut. Sebagai respons, mahasiswa Kalsel berencana untuk menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak. Ketua BEM Universitas Islam Kalimantan (Uniska) MAB, mengungkapkan bahwa mereka akan terus hadir dengan massa yang lebih besar. Mereka juga akan segera membahas waktu pelaksanaan aksi lanjutan dan mengultimatum Polda Kalsel.


