Grup Tarbiatul Aulad dari Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur berhasil meraih juara pertama dalam Grand Final Festival Becatuk Dauh 2026 yang diadakan di Alun-alun Ratu Zalecha, Martapura. Mereka mengungguli Grup Al Munir yang merupakan juara pada tahun sebelumnya. Persaingan di babak final sangat ketat, dengan selisih nilai tipis antara peserta. Menurut dewan juri, penilaian tidak hanya berfokus pada teknik memukul beduk, tetapi juga melibatkan kekompakan vokal, syair Islami, dan busana peserta. Meskipun jumlah peserta tidak sebanyak tahun sebelumnya, ada harapan bahwa peserta kategori pelestari dapat melanjutkan tradisi Becatuk Dauh ke generasi berikutnya.
Juara pertama, Grup Tarbiatul Aulad dari Desa Mekar, merasa bersyukur atas kemenangan yang diraih setelah penantian lima tahun. Mereka meraih piala bergilir Bupati dan Wakil Bupati Banjar. Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menutup acara tersebut dengan menyampaikan rasa syukur atas kegiatan yang diadakan setiap tahun sejak 2018. Becatuk Dauh adalah tradisi masyarakat Banjar yang penting dalam merawat warisan leluhur. Suara dauh dulunya menjadi penanda waktu sahur, imsak, dan berbuka puasa serta media syiar Islam yang menyatukan warga. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan tradisi ini melalui festival tahunan.


