Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan (Kalsel) dan luar daerah berkumpul dengan penuh khidmat dalam Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel, H Hasnuryadi Sulaiman, turut hadir dalam acara tersebut di Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Acara dimulai dengan pembacaan maulid Habsy, manakib Datuk Kelampaian, tahlil, dan doa yang dipimpin oleh KH Wildan Salman.
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari lahir dari pasangan Abdullah dan Aminah di Desa Lok Gabang, pasangan keluarga saleh pada era Kesultanan Banjar. Perjalanan hidup Sang Ulama Besar Nusantara disampaikan dalam manakib tersebut, mulai dari kelahiran pada tahun 1710 Masehi hingga kemampuannya dalam ilmu agama dan seni tulis. Sultan Banjar tertarik dengan kecerdasan dan bakat seni tulis Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, sehingga membawanya ke istana untuk mendapatkan pendidikan agama yang lebih mendalam, hingga akhirnya menuntut ilmu ke Makkah.
Setelah rangkaian tahlil dan doa, sambutan dari Ketua Panitia Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dan Wagub Kalsel disampaikan. Wagub Hasnuryadi menegaskan pentingnya momentum tersebut dalam memperkuat nilai-nilai religius di Tanah Banjar, serta kegigihan Datu Kalampayan sebagai inspirasi untuk pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih berkah dan religius. Banyak tokoh dan jajaran pemerintahan Kalsel turut hadir dalam acara tersebut, menunjukkan kesatuan umat Islam dalam merayakan kehidupan dan karya besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.


