Pada kuartal pertama tahun 2026, perseroan mencatat peningkatan laba bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama menjadi Rp 291,19 miliar dari Rp 255,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penghasilan keuangan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 30,43 miliar dari Rp 12,01 miliar.
Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,5%, mencapai Rp 558,94 miliar pada kuartal pertama 2026 dari Rp 505,57 miliar pada kuartal pertama 2024. Laba per saham dasar dan dilusi juga mengalami kenaikan menjadi Rp 116 pada kuartal pertama 2026 dari Rp 105 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekuitas meningkat menjadi Rp 17,48 triliun pada kuartal pertama 2026 dari Rp 16,96 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara itu, liabilitas perseroan naik menjadi Rp 6,07 triliun pada kuartal pertama 2026 dari Rp 5,65 triliun pada akhir Desember 2025. Total aset juga mengalami peningkatan menjadi Rp 23,56 triliun pada kuartal pertama 2026 dari Rp 22,61 triliun pada akhir Desember 2025, dengan perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 4,8 triliun.


