Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 24 April 2026, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan. Hal ini terjadi seiring dengan lesunya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari tersebut. Data RTI menunjukkan bahwa harga saham BBCA turun sebesar 5,84% menjadi Rp 6.050 per saham, dengan titik terendah dan tertinggi masing-masing berada di Rp 6.050 dan Rp 6.425 per saham. Volume perdagangan saham mencapai 4.478.022 saham, dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 133.372 kali dan nilai transaksi harian mencapai Rp 2,8 triliun. Kapitalisasi pasar saham BBCA juga mencapai Rp 745,81 triliun.
Penurunan harga saham BBCA ini terjadi dalam konteks IHSG yang juga mengalami penurunan, dengan IHSG turun 3,38% menjadi 7.129,49. Indeks saham LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 3,51% menjadi 690,76. Selama pekan tersebut, IHSG berada dalam rentang antara 7.115,97 dan 7.383,40, dengan mayoritas saham mengalami penurunan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.685.048 saham dengan volume perdagangan mencapai 47,1 miliar saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp 24,3 triliun, sementara posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 17.211.
Secara keseluruhan, seluruh sektor saham mengalami penurunan, termasuk sektor energi, basic, industri, consumer nonsiklikal, dan siklikal. Sektor kesehatan, keuangan, properti, teknologi, infrastruktur, dan transportasi juga turut mengalami penurunan. Hal ini mencerminkan kondisi pasar yang kurang menguntungkan selama periode tersebut.


