Walhi Kalsel Tantang Menteri Lingkungan Hidup Baru untuk Akhiri Krisis Lingkungan
Setelah dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) menggantikan pendahulunya, Jumhur Hidayat dihadapkan pada tantangan besar oleh Walhi Kalsel. Menurut Walhi, masyarakat telah lama menanti langkah nyata untuk mengatasi krisis lingkungan yang semakin meruncing. Kepemimpinan sebelumnya dinilai belum mampu memberikan solusi yang memadai terhadap persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Pemimpin Baru, Momentum Baru
Direktur Walhi Kalsel, Raden Rafiq SFW menekankan bahwa pergantian pemimpin di bidang lingkungan bukanlah sekadar perubahan administratif biasa. Hal ini harus menjadi momentum penting untuk menyelesaikan tantangan ekologis yang semakin memprihatinkan. Negara dinilai kurang responsif, sementara korporasi semakin bebas meluaskan dampak buruknya tanpa kendali yang jelas.
Raden menegaskan bahwa isu lingkungan bukanlah hanya masalah sektoral, namun juga krisis sistemik yang memerlukan solusi holistik dari para pemimpin. Pergantian presiden dan menteri tidak cukup untuk membawa perubahan signifikan jika tidak diikuti dengan langkah-langkah nyata dan progresif dalam menangani masalah lingkungan.
Tantangan untuk Menteri LH Baru
Walhi Kalsel menantang Menteri LH yang baru, Jumhur Hidayat, untuk berani mengambil keputusan tegas dan progresif dalam menangani krisis lingkungan yang semakin memburuk. Selain itu, mereka juga mendorong agar menteri terkait mendukung pembahasan RUU Keadilan Iklim guna menjamin keadilan bagi masyarakat yang terdampak krisis iklim.
Dengan begitu, tanggung jawab Menteri LH dianggap sangat besar dalam menyelamatkan ruang hidup masyarakat dan masa depan generasi mendatang. Tanpa perubahan kebijakan yang fundamental, pergantian kepemimpinan di bidang lingkungan hanya akan menjadi siklus kegagalan yang terus berulang.


