Indeks Harga Saham Gabungan Naik Tipis Setelah Koreksi Signifikan
Pada perdagangan saham 4-8 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik tipis setelah mengalami koreksi signifikan pekan sebelumnya. Meskipun menguat terbatas, IHSG tetap stabil meskipun ada sejumlah saham yang mencatat penurunan terbesar atau top losers selama sepekan.
Pergerakan IHSG dan Investor Asing
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (9/5/2026), IHSG mengalami kenaikan 0,18% menjadi 6.939,39. Pada pekan sebelumnya, IHSG sempat turun 2,42% ke level 6.956,80. Pada pekan ini, IHSG bergerak di kisaran level tertinggi 7.207,07 dan level terendah 6.921,60.
Dalam sepekan tersebut, investor asing tercatat melakukan pembelian saham sebesar Rp 12,26 triliun. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya di mana investor asing melepas saham senilai Rp 7,06 triliun.
Penurunan sektor saham
Sebagian besar sektor saham mengalami pelemahan selama sepekan. Sektor energi turun 5,72%, sektor basic materials terperosok 5,58%, dan sektor industri tergelincir 3,73%. Sementara sektor consumer siklikal, perawatan kesehatan, properti dan real estate, teknologi, serta transportasi dan logistik juga mengalami penurunan.
Namun, sektor consumer nonsiklikal, keuangan, dan infrastruktur justru berhasil naik signifikan selama periode tersebut.
Daftar Saham Top Losers Selama Sepekan
Di tengah penurunan mayoritas sektor saham, terdapat 10 saham yang mengalami koreksi terbesar selama sepekan. Salah satunya adalah saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang turun 26,09% menjadi Rp 850 per saham.
Selain itu, saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Puramsr Tbk (ELPI) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga termasuk dalam daftar saham top losers dengan penurunan signifikan masing-masing sebesar 24,35% dan 20,80%.


