Sistem Rating Game yang Harus Dipahami Orang Tua
Perkembangan teknologi dan industri game telah membawa dampak pada anak-anak yang semakin banyak terpapar oleh berbagai jenis permainan. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami sistem rating game yang berlaku. Pengetahuan akan rating game sangat penting agar orang tua dapat mengawasi dengan lebih baik jenis game yang dimainkan oleh anak-anak mereka.
Sistem Rating Game di Indonesia
Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memperkenalkan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai sistem rating game yang berlaku. IGRS membagi video game ke dalam lima kelompok usia, mulai dari 3 tahun ke atas hingga 18 tahun ke atas. Setiap kelompok usia memiliki kriteria tersendiri yang harus dipenuhi oleh sebuah game untuk dapat dikategorikan dalam kelompok tersebut.
Berikut adalah beberapa kriteria umum yang digunakan dalam IGRS untuk setiap kelompok usia:
Kelompok Usia 3 Tahun (Atau Lebih)
- Tidak memperlihatkan konten negatif seperti rokok, minuman keras, dan narkotika
- Tidak menampilkan kekerasan
- Tidak menampilkan adegan dengan tujuan menimbulkan hasrat seksual
Kelompok Usia 7 Tahun (Atau Lebih) / Semua Umur
- Tidak menampilkan konten negatif seperti rokok, minuman keras, dan narkotika
- Tidak ada adegan yang menimbulkan hasrat seksual
- Tidak mengandung unsur kekerasan yang berlebihan
Kelompok Usia 13 Tahun (Atau Lebih)
- Tidak menampilkan konten yang berhubungan dengan narkotika atau judi
- Tidak mengandung kekerasan yang bertubi-tubi
- Tidak menampilkan konten dewasa atau berkonotasi seksual
Kelompok Usia 18 Tahun (Atau Lebih)
- Boleh menampilkan konten negatif dengan batasan
- Boleh mengandung unsur kekerasan yang realistis
- Boleh menampilkan konten dewasa atau berkonotasi seksual
Pentingnya Orang Tua untuk Memahami Sistem Rating Game
Dengan memahami sistem rating game, orang tua dapat lebih memahami konten apa yang disajikan dalam sebuah game dan apakah sesuai dengan usia anak-anak mereka. Sebagai orang tua, penting untuk memberikan pengawasan dan bimbingan ketika anak-anak memainkan game-game tertentu, terutama yang memiliki rating untuk usia di atas mereka.
Dengan demikian, orang tua dapat terlibat aktif dalam memastikan bahwa anak-anaknya terlindungi dari konten yang tidak sesuai dengan usia mereka dan dapat memanfaatkan permainan video sebagai sarana hiburan yang positif dan mendidik.


