Perusahaan semikonduktor IoT asal Prancis, Sequans Communications, mengambil keputusan drastis dengan mengakhiri strategi penyimpanan cadangan Bitcoin yang baru diterapkan tidak begitu lama. Mereka telah menjual sebagian besar kepemilikan Bitcoin untuk melunasi utang konversi dan kembali fokus pada bisnis inti.
Menyelesaikan Utang dan Fokus Ulang
Dalam laporan terbarunya, Sequans mengungkapkan telah menggunakan sebagian cadangan Bitcoin untuk melunasi seluruh utang konversi yang diterbitkan pada Juli 2025. Meskipun demikian, perusahaan masih menyisakan sekitar 658 BTC yang akan dijual secara bertahap ke depan.
Keputusan ini merupakan perubahan besar dari rencana awal yang diumumkan pada tahun sebelumnya. Saat itu, Sequans berencana mengumpulkan dana sebesar USD 385 juta melalui kombinasi utang dan ekuitas untuk membangun cadangan Bitcoin dalam jumlah yang signifikan.
CEO Sequans, Georges Karam, sebelumnya menyebut Bitcoin sebagai “penyimpan nilai jangka panjang” yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Namun, dengan penurunan harga Bitcoin yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir, strategi ini menjadi beban bagi perusahaan.
Tingginya Risiko Strategi Investasi
Situasi ini menjadi peringatan tentang tingginya risiko dalam menjadikan Bitcoin sebagai cadangan kas perusahaan, terutama jika pembelian aset digital ini didanai melalui utang. Dalam beberapa bulan terakhir sejak November 2025, Sequans secara bertahap melepas sebagian besar kepemilikannya, mulai dari 970 BTC hingga lebih dari 80 persen aset Bitcoin yang dimilikinya.
Kasus ini sekali lagi menggarisbawahi pentingnya analisis mendalam dan manajemen risiko yang cermat dalam mengimplementasikan strategi treasury berbasis Bitcoin. Euforia pasar kripto dapat berubah dengan cepat, dan keputusan investasi haruslah didasarkan pada data dan informasi yang akurat.


