Gubernur Kalsel Akui Pendidikan di Banua Masih Tertinggal dari Pulau Jawa
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin angkat bicara terkait tuntutan mahasiswa terkait peningkatan kualitas pendidikan di Banua.
Guru Harus Mengikuti Asesmen
H Muhidin mengakui bahwa tingkat pendidikan di Kalsel masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Pulau Jawa. Salah satu contohnya adalah rendahnya jumlah warga Kalsel yang lolos tes masuk Jurusan Kedokteran di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
“Saat ini apabila ada tes kedokteran di ULM tidak ada warga kita yang lulus,” ujar H Muhidin.
Gubernur Kalsel menilai bahwa salah satu penyebabnya adalah kualitas pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kalsel yang tertinggal. Oleh karena itu, guru-guru perlu mengikuti asesmen agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut, terutama jika dibandingkan dengan Pulau Jawa.
“Tiap tahun pasti yang masuk di kedokteran ULM itu orang luar Kalsel,” tambahnya.
Kedokteran, Jurusan dengan Persaingan Ketat
Jurusan Kedokteran termasuk salah satu jurusan dengan persaingan ketat dalam hal penerimaan mahasiswa. Dikutip dari website resmi ULM, Jurusan Kedokteran berada di peringkat ketiga dari 10 program studi terketat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) ULM 2024.
Rasio persaingan untuk Jurusan Kedokteran mencapai 1:18, dengan jumlah pendaftar mencapai 1.361 orang untuk daya tampung 75 mahasiswa. Bahkan, pada SNBT ULM 2023, jumlah peminat Jurusan Kedokteran mencapai 1.463 orang atau 20 kali lipat dari kapasitasnya.
Perlunya Sinergi untuk Penguatan Pendidikan
Pemerintah Provinsi Kalsel menyadari pentingnya kerjasama dengan para intelektual muda seperti mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Banua.
“Insya Allah gubernur bersedia menerima masukan terbaik untuk kemajuan Banua kita,” tutup H Muhidin.


