Kenaikan Harga Pertamax di Kalsel Direspon Warga Banjarbaru
Warga Banjarbaru, Kalimantan Selatan, langsung bereaksi terhadap kenaikan harga resmi Pertamax di SPBU setempat. Salah satu warga, Sumarna, merasa terkejut saat mengetahui kenaikan harga tersebut ketika mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Trikora dekat Masjid Agung Al-Munawarrah Banjarbaru.
Sumarna mengungkapkan kekecewaannya atas lonjakan drastis harga Pertamax yang naik sebesar Rp4.000, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000. Ia menyayangkan keputusan pemerintah yang dianggap menaikkan harga BBM non subsidi secara sepihak.
Respon Warga Terhadap Kenaikan Harga Pertamax
Sumarna merupakan salah seorang pengguna Pertamax yang memilih BBM tersebut agar tidak harus mengantre lama seperti ketika menggunakan Pertalite. Ia berharap harga Pertamax bisa turun kembali ke angka normal yakni Rp12.000, seperti sebelumnya.
Selain Sumarna, Ibrahim, seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) juga merasakan dampak dari kenaikan harga Pertamax. Ia merasa berat dengan kenaikan harga tersebut karena profesi yang membawa banyak penumpang membutuhkan perjalanan yang cukup jauh.
Ibrahim mengungkapkan bahwa setelah kenaikan harga, ia merasa terbebani karena jumlah liter yang didapatkan setelah mengisi BBM tidak sebanding dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Ia berharap harga Pertamax dapat turun kembali agar memudahkan para pengemudi Ojol dalam menjalankan usahanya.
Perubahan Harga BBM di Kalsel
Pantauan di SPBU dekat Masjid Agung Al-Munawarrah Trikora Banjarbaru menunjukkan bahwa antrean untuk Pertalite lebih banyak daripada Pertamax, terutama untuk kendaraan roda empat. Papan harga Pertamax di SPBU tersebut sudah menunjukkan angka Rp17.000 setelah adanya kenaikan harga pada Rabu (10/6) dini hari.
Pertamina Kalsel sebelumnya mengumumkan melalui Instagram @pertaminakalsel_ bahwa harga Pertamax telah naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000. Meskipun postingan terkait update harga BBM tersebut sudah tidak tersedia, kenaikan harga Pertamax tetap menjadi perbincangan di kalangan warga Banjarbaru.


