CEO Robinhood Nilai Aset Digital Bergantung pada Real-World Assets
CEO Robinhood, Vlad Tenev, berpendapat bahwa masa depan industri aset digital terletak pada membawa aset dunia nyata ke dalam blockchain daripada menciptakan token tanpa utilitas yang jelas.
“Masa depan kripto ada pada aset dunia nyata. Jika suatu aset tidak terkait dengan utilitas yang mendasarinya, itu bukan aset yang produktif. Apa manfaat membuat jutaan memecoin yang berbeda,” ujar Tenev.
Robinhood Luncurkan Stock Tokens
Pada Rabu, 1 Juli 2026, Robinhood memperkenalkan layanan Stock Tokens, yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan saham tokenisasi 24/7. Hal ini membawa aset tersebut ke dalam kumpulan pinjaman di mana aset tersebut dapat digunakan sebagai jaminan perdagangan dalam ekosistem DeFi yang lebih luas. Selain itu, Robinhood juga sedang berusaha memberikan akses ke perusahaan seperti OpenAI.
Perspektif Tenev tentang Pasar Kripto
Menanggapi apakah pasar kripto sudah memasuki musim dingin yang berkepanjangan, Tenev menekankan keyakinannya pada penggabungan keuangan tradisional dan kripto. Robinhood, semula dikenal sebagai aplikasi populer bagi para pelaku pasar ritel untuk bertransaksi saham, kini telah memperluas penawaran aset berisiko yang ditokenisasi untuk mencakup ekuitas AS dan derivatif perusahaan swasta.
Penurunan terjadi bagi aset digital utama seperti bitcoin dan Ethereum sepanjang tahun 2026. Kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan hingga US$ 1 triliun atau sekitar Rp 17.976 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS sekitar 17.980 rupiah).


