Wednesday, July 22, 2026
HomeCryptoTether Investasi Rp 360 Miliar di Bursa Kripto Brasil: Analisis Terbaru

Tether Investasi Rp 360 Miliar di Bursa Kripto Brasil: Analisis Terbaru

Berita Terbaru: Tether Kembali Meluncurkan Mata Uang Kripto yang Mewakili Negara Georgia

Perusahaan penerbit stablecoin terbesar, Tether, telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan token kripto yang akan mewakili negara Georgia. Keputusan ini merupakan langkah terbaru dalam upaya Georgia untuk mendukung teknologi kripto.

Token Kripto Georgia: GELT

Token kripto baru ini, yang akan dinamai GELT, diharapkan akan menjadi representasi digital dari mata uang Georgia. Tether mengumumkan bahwa token ini akan didukung oleh pemerintah Georgia, meskipun rincian lebih lanjut tentang kemitraan ini masih harus diumumkan.

Dukungan Pemerintah dan Bank Sentral

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Georgia, Irakli Kobakhidze, dan kepala bank sentral, Natia Turnava, menyatakan dukungan mereka terhadap Tether dan inovasi keuangan yang lebih luas. Meskipun demikian, pihak pemerintah Georgia belum memberikan komentar resmi terkait token kripto ini.

Bank sentral Georgia, yang juga turut serta dalam upaya ini, belum memberikan tanggapan resmi terkait proyek yang melibatkan Tether. Namun, Georgia sendiri telah dikenal sebagai salah satu negara dengan banyak penambang mata uang kripto teratas di dunia.

Dorongan untuk Perdagangan Lintas Batas dan Pembayaran Digital

Tether menjelaskan bahwa peluncuran token GELT bertujuan untuk mendukung perdagangan lintas batas, pengembangan fintech, dan sistem pembayaran digital. Hal ini sejalan dengan upaya Georgia untuk meningkatkan adopsi teknologi kripto di negara mereka.

Diharapkan bahwa langkah ini juga akan membantu Georgia menjadi lebih menarik bagi pelaku bisnis di bidang aset digital, seiring dengan aturan stablecoin Bank Nasional Georgia yang sudah ada sebelumnya.

Stablecoin sendiri merupakan mata uang kripto yang nilainya terikat pada mata uang fiat, dan biasanya digunakan dalam perdagangan kripto. Meskipun begitu, penggunaan stablecoin sebagai alat pembayaran masih belum begitu luas diterima.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler