Malaysia Memimpin Pasar IPO di Asia Tenggara pada Semester I 2026
Sebuah laporan dari Deloitte yang dirilis pada 13 Juli 2026 mengungkapkan bahwa Malaysia telah menjadi pasar utama untuk penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Asia Tenggara selama semester I 2026. Terdapat total 36 pencatatan saham yang berhasil menghimpun dana hingga US$ 1,3 miliar atau setara Rp 23,50 triliun.
Peningkatan Jumlah IPO dan Dana yang Dihimpun di Asia Tenggara
Secara keseluruhan, dalam paruh pertama tahun 2026, terjadi 47 IPO di seluruh wilayah Asia Tenggara. Total dana yang berhasil terhimpun mencapai lebih dari US$ 3,07 miliar atau sekitar Rp 55,52 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dimana terdapat 53 IPO dengan perolehan dana sebesar US$ 1,41 miliar atau Rp 25,50 triliun.
Tren Positif Pasar IPO Asia Tenggara
Laporan dari Deloitte juga mencatat adanya tren positif di pasar IPO Asia Tenggara, dimana terjadi peningkatan signifikan dalam hal ukuran dan kualitas pencatatan saham. Investor kini lebih fokus pada emiten yang lebih besar, kuat, dan matang, yang tercermin dari adanya pertumbuhan rata-rata transaksi IPO hingga 2,5 kali lipat menjadi US$ 65 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun dari sebelumnya US$ 26 juta atau Rp 470,23 miliar.
Tiga IPO besar yang turut menyokong kinerja pasar IPO di Asia Tenggara antara lain UI Boustead Real Estate Investment Trust di Singapura, Sunway Healthcare Holdings di Malaysia, dan Dien May Xanh Investment di Vietnam, masing-masing berhasil mengumpulkan lebih dari US$ 500 juta atau sekitar Rp 9,04 triliun.


