Tunggal Jaya Investama Tambah Kepemilikan Saham PT Impack Pratama Industri
Pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yaitu PT Tunggal Jaya Investama telah menambah kepemilikan saham IMPC sebagai bagian dari strategi investasi. Dalam keterbukaan informasi yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu, Tunggal Jaya Investama membeli total 1.421.400 saham IMPC senilai Rp 2,05 miliar.
Pembelian Saham Secara Bertahap
Proses pembelian saham IMPC dilakukan dalam dua tahap. Pertama, Tunggal Jaya Investama membeli 742.300 saham IMPC seharga Rp 1.439 per saham dengan total transaksi mencapai Rp 1,06 miliar. Kemudian, tahap kedua, Tunggal Jaya Investama membeli 679.100 saham IMPC dengan harga Rp 1.450 per saham, menjadikan total transaksi mencapai Rp 984,69 juta.
Dengan penambahan kepemilikan saham ini, Tunggal Jaya Investama kini memiliki 20,80 miliar saham atau setara dengan 37,89% kepemilikan saham IMPC. Perlu dicatat bahwa Tunggal Jaya Investama tidak menjadi pengendali dalam transaksi ini.
Pergerakan Saham IMPC
Pada penutupan perdagangan saham pada Jumat, 17 Juli 2026, harga saham IMPC mengalami penurunan sebesar 0,34% menjadi Rp 1.445 per saham. Meskipun demikian, harga saham IMPC sempat dibuka naik 10 poin menjadi Rp 1.460 per saham dengan kisaran harga tertinggi mencapai Rp 1.460 dan terendah Rp 1.400 per saham. Total frekuensi perdagangan saham IMPC mencapai 2.202 kali dengan volume perdagangan mencapai 61.329 saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp 8,8 miliar.
Sementara itu, berdasarkan data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik sebesar 1,1% menjadi 6.175,53 dan indeks saham LQ45 juga mengalami kenaikan 2,19% menjadi 621,91. Mayoritas indeks saham acuan menunjukkan kinerja positif.
Jelang akhir pekan tersebut, IHSG mencatat level tertinggi di 6.192,65 dan level terendah di 6.079,31. Terdapat 349 saham yang menguat, 216 saham melemah, dan 187 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.024.053 kali dengan volume perdagangan saham mencapai 29,2 miliar saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp 16,3 triliun.


